Postingan

  Ajarkanku Bahasa Perasaan Oleh: Arisusana Dia sangat percaya diri. Mencintai tanpa mengatakannya padaku. Tidak adanya kata cinta membuat pertemanan kami seperti drama. Bagaimana tidak, aku menganggapnya sebagai teman , sementara Mas Eko menganggap aku sebagai kekasihnya. Aku berlaku dingin, sementara dia mengumbar perhatian. Kami berangkat bersama berboncengan ketika berangkat kuliah. Tidak bisa kutolak kemauannya , karena   dia bilang   sedang tidak ada motor. Kebiasaannya lagi adalah dia selalu mengatur pakaian yang aku pakai. Setiap dia melihatku memakai celana panjang ke kantor atau kuliah, dia selalu mengkritik.             “ kamu nggak pantas !, pakailah rok panjang saja !” Akupun bergegas menuruti katanya, segera kuberganti rok panjang yang sangat merepotkan jika kupakai berboncengan miring dengannya. Aku harus memegangi rok sepanjang jalan agar tidak masuk ke ruji roda. Kami bekerja di sebuah ins...